Portal Live Streaming
Berita KPK
Jogja Siaga Bencana
 
FOTO BAKSOS BANTUAN AIR BERSIH DI WILAYAH KEC
FOTO BAKSOS BANTUAN AIR BERSIH DI WILAYAH KEC
FOTO BAKSOS BANTUAN AIR BERSIH DI WILAYAH KEC
FOTO BAKSOS BANTUAN AIR BERSIH DI WILAYAH KEC
FOTO BUBER JRKY 2012 (1)
FOTO BUBER JRKY 2012 (2)
FOTO BUBER JRKY 2012 (3)
FOTO BUBER JRKY 2012 (4)
FOTO BUBER JRKY 2012 (5)
FOTO BUBER JRKY 2012 (6)
FOTO KEGIATAN JRKY DI KONGRES II JRKI (1)
FOTO KEGIATAN JRKY DI KONGRES II JRKI (2)
FOTO KEGIATAN JRKY DI KONGRES II JRKI (3)
FOTO KEGIATAN JRKY DI KONGRES II JRKI (4)
FOTO KEGIATAN JRKY DI KONGRES II JRKI (5)
FOTO KEGIATAN JRKY DI KONGRES II JRKI (6)
FOTO KONSOLIDASI RAKOM JRKY (1)
FOTO KONSOLIDASI RAKOM JRKY (10)
FOTO KONSOLIDASI RAKOM JRKY (2)
FOTO KONSOLIDASI RAKOM JRKY (3)
FOTO KONSOLIDASI RAKOM JRKY (4)
FOTO KONSOLIDASI RAKOM JRKY (5)
FOTO KONSOLIDASI RAKOM JRKY (6)
FOTO KONSOLIDASI RAKOM JRKY (7)
FOTO KONSOLIDASI RAKOM JRKY (8)
FOTO KONSOLIDASI RAKOM JRKY (9)
FOTO PRA DAN KONSOLIDASI RAKOM (1)
FOTO PRA DAN KONSOLIDASI RAKOM (2)
FOTO PRA DAN KONSOLIDASI RAKOM (3)
FOTO PRA DAN KONSOLIDASI RAKOM (6)
Foto Kegiatan Baksos JRKY, Sabtu -8 Okt 2011 (1)
Foto Kegiatan Baksos JRKY, Sabtu -8 Okt 2011 (2)
Foto Kegiatan Baksos JRKY, Sabtu -8 Okt 2011 (3)
Ibu Nunuk Parwati (MMTC-JRKY)
Ketua JRKY menandatangani MoU
Ketua JRKY bersama Ibu Nunuk parwati
Ketua Yay Damandiri menandatangani Mou
Pengurus JRK foto bersama di Hotel Santika
Peserta utusan dari JRKY di Malang Jatim
foto bersama setelah menandatangani Mou
**************************************************************************************************

Radio Komunitas Orang Rimba Hadir di Taman Nasional Bukit Duab

Kehadiran Radio Komunitas Orang Rimba di Taman Nasional Bukit Duabelas Kabupaten Sarolangun Jambi diharapkan mampu menjadi sarana informasi untuk kelompok-kelompok orang rimba yang bermukim di wilayah setempat. 

Salah satu tokoh kelompok orang rimba Bukit Duabelas, Temenggung Tarip, di Sarolangun, Minggu (5/4), mengapresiasi radio orang rimba yang dibangun KKI WARSI tersebut.

Radio yang diberi nama Benor FM 88.8 ini, katanya, sangat baik untuk kanti-kanti (kawan, Red) yang ada di rimba untuk mendapatkan informasi.

"Sangat baik untuk kanti-kanti, bisa menyampaikan informasi yang lebih cepat. Baik itu tentang hutan, tentang kehidupan, tentang keluhan kelompok-kelompok orang rimba dan informasi lainnya," kata Temenggung Tarip pula.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNBD Sarolangun, Nukman, ketika dihubungi juga mengapresiasi radio orang rimba ini. Menurutnya, radio ini sangat berguna untuk penyebaran informasi kepada orang rimba di hutan dengan cepat.

Direktur Benor FM chanel 88.8, Andi Agustanis, mengatakan bahwa kehadiran radio orang rimba ini salah satunya untuk menyuarakan tentang adat istiadat dan tentang keseharian orang rimba.

"Kami mencoba melalui radio ini ingin menyampaikan kepada khalayak ramai bahwa orang rimba tidak seperti apa yang masyarakat luar bayangkan. Mereka bisa bersahabat dengan kita di luar. Mereka juga mengerti tata krama, sehingga interaksi sosial dengan masyarakat dapat berjalan dengan baik," kata Andi.

Selain itu, lanjut Andi, mengingat KKI WARSI juga bergerak di bidang konservasi, juga dilakukan siaran tentang imbauan terhadap pelestarian lingkungan baik itu untuk masyarakat luar atau pun untuk orang rimba di dalam kawasan taman nasional tersebut.

Andi menjelaskan, waktu siaran radio orang rimba dari pukul 08.00-17.00 WIB, dengan penyiar memang asli orang rimba. Radio dikembangkan mulai tahun 2011, namun baru efektif beroperasi sejak satu bulan terakhir.

"Penyiarnya semua anak-anak rimba, radio ini mulai dibangun tahun 2011, tapi karena masih banyak kendala dalam pengembangan, baru bisa eksis satu bulan ini," ujarnya lagi.

Andi menambahkan, Benor FM menerima permintaan lagu dan data pengetahuan tentang orang rimba dan hutan. Pendengar cukup menelepon atau mengirim pesan singkat yang disediakan. Sedangkan program andalan Benor, kata Andi, yakni `kaboren esen` atau info harga hasil hutan.

Salah satu orang rimba yang juga penyiar Benor FM, Beteduh, mengaku bangga bisa menjadi penyiar radio Benor. Menurutnya, sejak jadi penyiar dirinya banyak dikenal masyarakat luar.

"Sebagai orang rimba saya bangga dan senang jadi penyiar, orang-orang banyak yang sudah tahu saya. Kemana-mana selalu diajak mampir ke rumah. Ternyata jadi penyiar itu mudah, cukup hidupkan alat ngomong terus dimatikan," kata Beteduh dengan candanya.

Menurut Beteduh, orang rimba dari dulu hanya tahu alat informasi itu adalah radio, mengingat dengan kehadiran radio orang rimba di TNBD sangat membantu dalam penyampaian informasi dari luar.

(ruli)

Sumber berita: http://lifestyle.harianterbit.com/2015/04/05/

 
Badan Hukum JRKY
Pendapat anda tentang Badan Hukum untuk Jaringan Radio Komunitas Yogyakarta (JRKY)
 
Who's Online
We have 22 guests online
Diskusi
___________________________ Obrolan/Diskusi seputar Perkembangan/Kemajuan Rakom. Komentar yang melanggar norma etika, kesusilaan, menyinggung SARA, menimbulkan konfrontasi,dll akan DIHAPUS

LINK Situs Iklan akan DIHAPUS

Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday75
mod_vvisit_counterYesterday150
mod_vvisit_counterThis week1122
mod_vvisit_counterLast week1422
mod_vvisit_counterThis month5456
mod_vvisit_counterLast month3522
mod_vvisit_counterAll days3675924

We have: 21 guests, 1 bots online
Your IP: 54.166.172.180
 , 
Today: May 26, 2018
Yogyakarta Tempo dl
image