Portal Live Streaming
Berita KPK
Jogja Siaga Bencana
 
FOTO BAKSOS BANTUAN AIR BERSIH DI WILAYAH KEC
FOTO BAKSOS BANTUAN AIR BERSIH DI WILAYAH KEC
FOTO BAKSOS BANTUAN AIR BERSIH DI WILAYAH KEC
FOTO BAKSOS BANTUAN AIR BERSIH DI WILAYAH KEC
FOTO BUBER JRKY 2012 (1)
FOTO BUBER JRKY 2012 (2)
FOTO BUBER JRKY 2012 (3)
FOTO BUBER JRKY 2012 (4)
FOTO BUBER JRKY 2012 (5)
FOTO BUBER JRKY 2012 (6)
FOTO KEGIATAN JRKY DI KONGRES II JRKI (1)
FOTO KEGIATAN JRKY DI KONGRES II JRKI (2)
FOTO KEGIATAN JRKY DI KONGRES II JRKI (3)
FOTO KEGIATAN JRKY DI KONGRES II JRKI (4)
FOTO KEGIATAN JRKY DI KONGRES II JRKI (5)
FOTO KEGIATAN JRKY DI KONGRES II JRKI (6)
FOTO KONSOLIDASI RAKOM JRKY (1)
FOTO KONSOLIDASI RAKOM JRKY (10)
FOTO KONSOLIDASI RAKOM JRKY (2)
FOTO KONSOLIDASI RAKOM JRKY (3)
FOTO KONSOLIDASI RAKOM JRKY (4)
FOTO KONSOLIDASI RAKOM JRKY (5)
FOTO KONSOLIDASI RAKOM JRKY (6)
FOTO KONSOLIDASI RAKOM JRKY (7)
FOTO KONSOLIDASI RAKOM JRKY (8)
FOTO KONSOLIDASI RAKOM JRKY (9)
FOTO PRA DAN KONSOLIDASI RAKOM (1)
FOTO PRA DAN KONSOLIDASI RAKOM (2)
FOTO PRA DAN KONSOLIDASI RAKOM (3)
FOTO PRA DAN KONSOLIDASI RAKOM (6)
Foto Kegiatan Baksos JRKY, Sabtu -8 Okt 2011 (1)
Foto Kegiatan Baksos JRKY, Sabtu -8 Okt 2011 (2)
Foto Kegiatan Baksos JRKY, Sabtu -8 Okt 2011 (3)
Ibu Nunuk Parwati (MMTC-JRKY)
Ketua JRKY menandatangani MoU
Ketua JRKY bersama Ibu Nunuk parwati
Ketua Yay Damandiri menandatangani Mou
Pengurus JRK foto bersama di Hotel Santika
Peserta utusan dari JRKY di Malang Jatim
foto bersama setelah menandatangani Mou
**************************************************************************************************

Ketika Konten Edukasi Kian Terpinggirkan Dari Televisi

Tujuh belas tahun setelah Indonesia merdeka, silsilah penyiaran generasi baru Indonesia dimulai. Tepat pada 17 Agustus 1962 pula, sistem siar suara mulai beroperasi kali pertama dengan pemancar berkekuatan 100 Watt. Adalah Televisi Republik Indonesia (TVRI) lahir memeriahkan media massa nusantara, mengudara di bawah naungan Biro Radio dan Televisi Departemen Penerangan.

Eksistensi kemudian diperkuat dengan pengukuhan via Keputusan Presiden RI 215/1963 tentang Pembentukan Jajasan Televisi Republik Indonesia yang menetapkan TVRI di dalam lingkup badan hukum yayasan.

Sesudah 26 tahun bersiaran, TVRI akhirnya beroleh rekan sejawat yakni RCTI yang memeriahkan udara pada 1988, diikuti SCTV setahun setelahnya, dan TPI alias Televisi Pendidikan Indonesia pada 1990.

Pengukuhan sebagai industri dimulai sejak ditetapkannya Undang-Undang 32/2002 tentang Penyiaran yang menimbang fungsi lembaga penyiaran sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, serta kontrol dan perekat sosial.

UU juga menetapkan jasa penyiaran dapat diselenggarakan baik penyiaran swasta, publik, komunitas, maupun berlangganan. Namun dalam visi dan definisi termaktub, lembaga swasta memberikan hiburan, informasi, dan pendidikan.

Meski demikian, Ketua Komite Independen Telekomunikasi Penyiaran Indonesia (KITPI) Heru Sutadi menyatakan bila disimak terkini, industri penyiaran hampir tidak mencantumkan porsi edukasi.

“Hanya hura-hura dan politik. Seenggaknya porsi khusus pendidikan minimal 30% yang secara bertahap dinaikkan,” jelasnya kepada Bisnis, Minggu (11/1/2015). Dia menjelaskan selain aspek pendidikan, porsi konten orisinal layak diperbesar. “Begitu juga dengan konten lokal , meningkat secara gradual namun tetap mendidik berkualitas.”

Menurutnya, penyiaran Indonesia telah kehilangan ruhnya sebagai televisi juga merupakan media efektif untuk edukasi sebab menjadi tamu tak diundang dalam ruang keluarga. “Sehingga bila porsi edukasi dinaikkan, bisa menjadi penggagas revolusi mental sesuai yang diinginkan pemerintah.”

Heru menjelaskan penataan dalam pengetatan industri memang menjadi pengaturan dan pengawasan konten TV melalui Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), serta kebijakan via Kementerian Komunikasi dan Informatika.

PORSI EDUKASI
Ketua Umum Asosiasi Televisi Jaringan Indonesia (ATVJI) Bambang Santoso menyetujui kurangnya porsi edukasi dalam industri penyiaran terkini.

“Ya begitulah kenyataanya, melihat bahwa industri penyiaran kita kurang kreatif akibat (salah satunya) konglomerasi penyiaran alias hanya dikuasai sebagian orang sehingga mengabaikan local-wisdom-nya dan semata-mata hanya mengedepankan sisi kormersial saja,” katanya.

Meski demikian, Bambang tak menafikan pertumbuhan bisnis untuk kelangsungan diri penyiaran. “Menurut saya, KPI hanya perlu menegaskan konsistensinya dalam control-content, sebagai pengawas konten.”

Chairman Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Setyanto P. Sentosa menyatakan industri penyiaran kini dikuasai konglomerasi. “Komposisi siaran hampir seluruhnya komersial. “Menurutnya meski UU 32/2002 memungkinkan, penataan dimungkinkan melalui revitalisasi perizinan,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah perlu kembali memfungsikan TVRI. “TVRI sekarang memble terkapar, sementara KompasTV mampu mengedukasi dengan cara baru.”

Pemerintah, dia menilai, perlu mengukuhkan niat menata industri penyiaran sehingga porsi edukasi dan konten orisinal sehingga menumbuh kembangkan industri penyiaran orisinal Indonesia.

 

Sutradara muda Angga Dwimas Sasongko pernah berucap, film sebagai salah satu konten merupakan metode edukasi efektif. “Selama ini, darimana kita mengetahui persis budaya neger lain semisal Paman Sam tanpa perlu kesana, kalau bukan lewat film?” tanyanya, Rabu (7/1/2015).

sumber berita: http://industri.bisnis.com/read/20150112/

 
Badan Hukum JRKY
Pendapat anda tentang Badan Hukum untuk Jaringan Radio Komunitas Yogyakarta (JRKY)
 
Who's Online
We have 42 guests online
Diskusi
___________________________ Obrolan/Diskusi seputar Perkembangan/Kemajuan Rakom. Komentar yang melanggar norma etika, kesusilaan, menyinggung SARA, menimbulkan konfrontasi,dll akan DIHAPUS

LINK Situs Iklan akan DIHAPUS

Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday100
mod_vvisit_counterYesterday150
mod_vvisit_counterThis week1147
mod_vvisit_counterLast week1422
mod_vvisit_counterThis month5481
mod_vvisit_counterLast month3522
mod_vvisit_counterAll days3675949

We have: 41 guests, 1 bots online
Your IP: 54.166.172.180
 , 
Today: May 26, 2018
Yogyakarta Tempo dl
image